Model konseptual keperawatan BETTY NEUMAN’S

Posted: Januari 13, 2012 in Uncategorized

Latar Belakang

Betty Neuman lahir pada tahun 1924 di sebuah pemukiman pertanian yang letaknya tidak jauh dari Lowell, Ohio. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dengan rasa cintanya pada tanah kelahirannya ia bermasksud untuk membangun desanya Ohio.

Pendidikan keperawatan pertamanya di selesaikan di Rumah Sakit Masyarakat ( sekarang disebut Rumah Sakit Umum), Sekolah Keperawatan di Akron, Ohio, tahun 1974 dan ia menerima gelar BS dalam bidang keperawatan tahun 1957 dan gelar MS dalam bidang kesehatan mental, konsultasi kesehatan masyarakat, dari UCLA tahun 1966. Ia meraih gelar PhD bidang psikologi klinik.

Pendekatan teoritis Betty Neuman tentang keperawatan dicontohkan dalam sebuah pendekatan holistic terhadap kehidupan dirinya sendiri. Ia memiliki semangat besar untuk hidup dan memiliki rasa yang tajam terhadap penggunaan waktu yang efektif, kreatif dan bermanfaat. Betty Neuman mulai mengembangkan model sistem kesehatannya ketika menjadi seorang dosen dalam bidang keperawatan kesehatan masyarakat di Universitas California, Los Angeles. Munculnya model tersebut dikembangkan sebagai tanggapan atas pernyataan mahasiswa keperawatan tentang suatu kebutuhan dalam rangka mengahadapi materi pelajaran yang akan membawa mereka ke arah pengungkapan problem-problem keperawatan yang luas terutama terfokus pada bidang-bidang permasalahan keperawatan tertentu. Model ini dipublikasikan pada tahun 1972 sebagai sebuah model untuk pengajaran pendekatan personal secara total guna menghadapi problem-problem pasien didalam penelitian keperawatan. Model tersebut disempurnakan dan kemudian dipublikasikan pada edisi pertama buku berjudul Model-model Konseptual Untuk Praktek Keperawatan tahun 1974, dan edisi kedua tahun 1980. Pada tahun 1989 dipublikasikan yang berjudul Model Sistem Neuman yang di dalamnya terdapat tentang praktek keperawatan dan administrasi keperawatan.

Betty Neuman menegaskan bahwa dia tidak bermaksud menciptakan sebuah model konseptual khusus untuk masyarakat keperawatan, namun penting untuk dicatat bahwa hasil kerja beberapa ahli teori keperawatan lainnya ( Martha Roger, Dorothea Orem, dan Imogene King) telah dipublikasikan pula bersamaan dengan publikasi Neuman yang pertama. Hal tersebut terjadi pada awal tahun 1970-an dimana Perhimpunan Nasional Keperawatan ( Nasional League For Nursing / NLN ) menekankan pentingnya model konseptual untuk pendidikan keperawatan dan kerangka kerja konseptual tersebut menjadi sebuah dasar utama kriteria yang digunakanNLN untuk akreditasi. Neuman menjabarkan modelnya secara komperehensif ( menyeluruh ) dan dinamis. Model tersebut merupakan sebuah tinjauan multidimensional terhadap individu, kelompok (keluarga), dan masyarakat yang selalu berinteraksi dengan ketegangan-ketegangan lingkungan. Pada prinsipnya, model tersebut memfokuskan pada reaksi klien terhadap ketegangan dan faktor-faktor yang mendukung rekonstitusi ( mengembalikan keadaan jasmani ) dan adaptasi. Model yang sesuai adalah model yang berlaku untuk semua profesi yang ada hubungannya dengan perawatan kesehatan.

B. Tujuan Penulisan

  1. 1.      Tujuan umum:

Makalah ini ditulis agar pembaca dapat memahami teori model konseptual oleh Betty Neuman.

  1. 2.      Tujuan khusus :
  2. Pembaca dapat memahami dan mengetahui beberapa asumsi dasar yang di kemukakan oleh Betty Neuman
  3. Pembaca dapat mengenal prinsip prinsip dasar dari teori Betty Neuman
  4. Pembaca dapat memahami Framework / model konseptual menurut Neuman
  5. Pembaca dapat memahami dan menjelaskan paradigma 4 konsep sentral dan bagaimana pendekatan proses keperawatan.

MENURUT BETTY NEUMAN

A. Sumber-sumber dan Perkembangan Model Teori Betty Neuman

Model mempunyai beberapa kesamaan dalam teori Gestalt. Teori Gestalt mempertahankan bahwa cara hemoestatic adalah suatu cara yang mana tubuh mempertahankan keseimbangandan sebagai akibat dari kesehatan mengubah kondisi sehat atau sakit. Teori model Betty Neuman juga menerapkan ide dari teori sistem umum tentang sifat dasar kehidupan sistem terbuka yang merupakan gabungan semua elemen yang berinteraksi dalam struktur organisasi tubuh kita yang kompleks. Neuman juga memilah konsep G. Kaplan tentang tingkatan tindakan pemecahan. Model sistem lebih bersifat umum dibandingkan dengan tindakan-tindakan keperawatan. Sebaliknya, tindakan-tindakan keperawatan memiliki tujuan-tujuan sangat spesifik atau khusus untuk mengembalikan variabel-variabel yang mempengaruhi tindakan-tindakan keperawatan. Hal ini bertujuan untuk melakukan perbaikan secara umum kepada klien, kinerja atau pola perubahan prilaku, atau perbaikan tertentu yang berhubungan dengan keahlian merawat diri sendiri.

Awalnya model ini dikembangkan untuk digunakan oleh semua pekerja keperawatan kesehatan, namun kemudian Neuman menyatakan bahwa perawat secara unik menggunakannya untuk membantu individu dan kelompok lainnya untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal melalui intervensi-intervensi yang bermanfaat. Yang dimaksud dengan intervensi adalah bantuan dalam mengurangi faktor-faktor stres dan kondisi merugikan baik potensial maupun aktual yang terjadi dalam segala situasi klinis.

  1. Asumsi-asumsi Dasar :

Terdapat sepuluh asumsi dasar yang menjadi landasan kerangka kerja konseptual teori Neuman,  yaitu :

  1. klien secara individu atau kelompok merupakan sebuah system, klien yang bersifat unik, namun masing-masing system merupakan dari faktor-faktor yang sering kita jumpai dan kita gabungkan tentang karakteristik-karakteristi pembawaan kita pada sejak lahir dalam kisaran respon normal yang diberikan tuhan yang terdapat dalam sebuah struktur dasar.
  2. Banyak terdapat stressor (penyebab ketegangan), baik yang diketahuai maupun yang tidak diketahui dan berasal dari lingkungan universal. Masing-masing stressor berbeda dalam hal potensialnya yang mengganggu tingakat kesetabilan yang sedang dialami klien, atau mengganggu batas ketahanan normal. Hubungan antar variabel klien yakni variable fisiologis, psikologi, social budaya, perkembangan dan spritual, pada kondisi apapun setiap saat dapat mempengaruhi tingakat dimana seorang klien terlindungi oleh batas ketahanan fleksibel dalam mnehahadapi reaksi yang mungkin terjadi terhadap suatu stressor tunggal atau kombinasi dari berbagi stressor.
  3. Tiap klien telah mengembangkan kisaran respon normal terhadap lingkungan. Kisaran respon ini sebagai bentuk garis pertahanan normal.
  4. Garis fleksibel pertahanan tidak mampu lagi berfungsi sebagai perlindungan klien terhadap stresor lingkungan apabila terdapat sesuatu yang mempengaruhinya

Karena stresor merusak garis pertahanan normal. Variabel antar hubungan (psikologi, fifiologi, sosial budaya, perkembangan, dan spiritual) menentukan tingkat sistem reaksi atau reaksi terhadap stressor yang mungkin timbul.

  1. Klien, baik sehat maupun sakit, merupakan bagian yang dinamis dalam variabel antara hubungan (interrelationship of variables)
  2. Pelengkap (implisitas) dalam tiap sistem klien adalah sekumpulan faktor perlawanan internal dikenal sebagai garis perlawanan (lines of resistence) yang fungsinya menstabilkan dan mengembalikan keadaan klien embali seperti semula (pada posisi garis pertahanan normal) maupun membantu klien ke tingkat stabilitas yang lebih tinggi.
  3. Pencegahan primer menghubungkan pengetahuan umum yang diaplikasikan dalam penilaian (assesment) klien dan intervensi dalam pengidentifikasi dan pengurangan faktor-faktor. Indentifikasi dan pengurangan faktor resiko tersebut berhubungan dengan stresor lingkungann dalam mencegah reaksi yang mungkin terjadi.
  4. Pencegahan sekundur berhubungan dengan simptomatologi yang mengikuti reaksi terhadap stresor, pengurutan prioritas intervensi, dan perlakuan untuk mengurangi pengaruh yang berbahaya.
  5. Pencegahan tersier dengan proses penyesuaian sebagai upaya penyusunan kembali dan pertahanan yang mengembalikan pasien kedalam lingkungan melalui pencegahan primer.
  6. Klien berada di dalam energi konstan yang dinamis dan dapat mengubah lingkungan.
  7. Prinsip Dasar teori

1). Tekanan ( stressor )

Rangsangan yang timbul diakibatkan kondisi sekitar.  Pandangan Neuman tentang tekanan yaitu :

a. Intra Personal

Secara individu atau perorangan. Tekanan dari dalam individu, misalnya emosi yang dipengaruhi oleh umur ( perkembangan ) sebagai tekanan internal, penerimaan teman sebaya ( sosial budaya ) , kemampuan fisik ( biologi ) dan pengalaman mengatasi emosi dan perasaan di masa lalu (psikologi).

b. Inter Personal

Antara individu yang satu dengan yang lain. Tekanan satu orang atau lebih, misalnya peran orangtua terhadap anak yang diharapkan, tekanan antar individu yang dipengaruhi oleh pola pengasuhan anak ( sosial budaya ), umur dan perkembangan anak ( biologi, perkembangan), dan perasaan mereka terhadap peran yang dijalani (psikologi).

c. Ekstra Personal

Di luar individu. Tekanan dari luar sistem, misalnya pengangguran ( tekanan luar ) dipengaruhi oleh adanya penerimaan teman sebaya ( tekanan sosial budaya ) , perasaan seseorang terhadap keadaan pengangguran pada saat sekarang dan di masa lalu ( psikologi) , kemampuan melakukan pekerjaan ( biologi, perkembangan, psikologi).

2). Struktur Pokok Sumber Energi

Merupakan penggerak untuk melakukan aktivitas. Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem, genetik, dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem.

Faktor umum yang mendasar bagi semua organisme :

  1. Rata-rata suhu normal
  2. Struktur genetika
  3. Pola respon
  4. Daya tahan organ
  5. Kelemahan
  6. Struktur ego
  7. Pengetahuan

3). Garis Normal Pertahanan

Tingkatan kemampuan adaptasi individu untuk menghadapi tekanan di batas normal. Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari garis pertahanan normal, garis resistensi dan garis pertahanan fleksibel. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu, sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien, maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.

4). Gangguan Pertahanan

Kerusakan sistem pertahanan tubuh oleh dan akibat dari tekanan.

5). Tingkat Reaksi

Tindakan yang muncul akibat dari pengaruh tekanan. Reaksi mengantungkan faktor individu yang tak tetap yaitu :

  1. Struktuk dasar / struktur ke istimewaan
  2. Resistensi kebiasaan dan pengatahuan
  3. Waktu bertemu dengan stresor

6). Intervensi

Identifikasi tindakan sebagai akibat dari reaksi yang timbul. Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untuk memperoleh, meningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan, terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tertier

8). Tingkat-Tingkat Pencegahan

Dibagi menjadi :

a. Pencegahan primer yaitu terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor, meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Strateginya mencakup : immunisasi, pendidikan kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup

b. Pencegahan sekunder yaitu berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance, mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian.

c. Pencegahan tersier yaitu  pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi.

9). Penyusunan Kembali

Adaptasi dari tindakan yang berasal dari sekitar baik interpersonal. Intra personal dan ekstra personal. Dapat dimulai dari beberapa derajat dari tingkat reaksi. Kemungkinan rata-rata memungkinkan peluasan diluar garis pertahanan nornal.

Faktor yang perlu di perhatikan adalah :

a. Fisiologi individu.

b. Psikologi individu

c. Sosial cultural

d. Perkembangan individu

D. Paradigma Terhadap Empat Konsep Sentral

a). Individu/Manusia

Pada teori Neuman, individu merupakan suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni dan merupakan satu kesatuan dari fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual.

b). Masyarakat/Lingkungan

Model teori neuman ini adalah konsep dimana manusia berhubungan konstan (tetap) terhadap lingkungannya.  Dapat di defenisikan lingkungan sebagai tekanan internal dan eksternal bagi manusia. Neuman menyatakan bahwa pembentukan lingkungan adalah dinamis dan mewakili mobilitas bahwa sadar klien ( termasuk di dalamnya faktor energi, melalui integrasi dan stabilitas system).\

c). Kesehatan

Neuman melihat kesehatan sebagai rangkaian kesatuan bukan sebagai dikotomi (pembagian atas dua kelompok yg saling bertentangan) antara penyakit dan kesehatan.konsep dalam tulisannya mendefenisikan system terminology sebagai berikut :

kesehatan  : keadaan penjenuhan, keadaan lembam/ tetap walaupun terdapat sesuatu yang mengganggu.

Penyakit   : keadaan tidak mencukupi sehingga labil terhadap adanya sesuatu yang mengganggu.

d). Keperawatan

Neuman memandang keperawatan sebagai profesi unik karena berhubungan dengan variabel (sesuatu tang dapat berubah) yang mempengaruhi respon manusia terhadap stressor, dengan perhatian utama pada manusia secara keseluruhan. Neuman menyatakan bahwa perawat membantu individu, keluarga, dan kelompok dalam memperoleh dan menjaga kesehatan melalui campur tangan dan perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, Negara, dll).

E. Pendekatan Proses Keperawatan

Neuman memandang perawat sebagai profesi yang unik yang berhubungan dengan semua variabel yang mempengaruhi sistem respon terhadap stresor. Yang menjadi pusat keperawatan adalah individu atau klien secara total dengan tujuan utama yaitu stabilitas klien. Pandangan ini direfleksikan dengan membuat proses keperawatan menjadi sitematik. Prinsip-prinsip yang mendasarinya yaitu :

1). Assesment yang baik yang memerlukan pengetahuan tentang semua faktor yang mempengaruhi tanggapan klien.

2). Arti stresor yang diakui oleh klien dan pengasuh

3). Faktor yang dirasakan pengasuh dan mempengaruhi perkiraan (assesment) situasi pasien.

Proses Keperawatan menurut Betty Neuman

  1. Diagnosa Keperawatan

Proses  :

  1. Berdasarkan penguasaan data yang sesuai, diagnosa berfungsi mengidentifikasi, menaksir, mengklasifikasi, dan mengevaluasi hubungan dinamis antara variabel bio-psiko-sosial budaya-perkembangan-spiritual.
  2. Kesehatan bervariasi sebagai akibat perpaduan teori dan data.
  3. Intervensi yang bersifat hipotesa ditentukan oleh garis pertahanan fleksibel.
  1. Tujuan keperawatan

Proses :

  1. Sistem perawat dan klien berunding untuk perubahan ketentuan.
  2. Intervensi perawat berfungsi menjaga stabilitas klien.
  1. Hasil keperawatan

Proses :

  1. Intervensi keperawatan menggunakan satu model pencegahan atau lebih.
  2. Konfirmasi perubahan ketentuan maupun membuat ulang tujuan keperawatan.
  3. Hasil dari tujuan jangka pendek mempengaruhi penentuan tujuan menengah-jangka panjang.
  4. Hasil yang diperoleh klien mengesahkan proses keperawatan

Petunjuk Alat Intervensi dan Assesment

Pencegahan Primer Pencegahan Sekunder Pencegahan Tersier
Stressor

Samar,tetapi ada potensiJelas, aktual dan diketahui.Jelas, tetapi terkadang / kemungkinan samarReaksi

Hipotesis, dugaan sementara berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.Identifikasi dari gejala, faktor stres diketahui.Hipotesis , dapat didapat dari gejala yang tersisa, faktor stres yang diketahui.Assesment

Berdasarkan pengalaman pasien dan teori.

Resiko, dampak yang terjadi bedasarkan persepsi klien dan perawat.

Arti pengalaman bagi klien

Faktor gaya hidup

Model penyelesaian masalah/coping ( masa lalu, sekarang)

Perbedaan individu yang teridentifikasi.Ditentukan oleh alam dan tingkatan reaksi, menentukan sumber internal dan eksternal yang menahan reaksi.

Menentukan tujuan kolaboratif.Ditentuka oleh derajat stabilitasIntervensi sebagai Upaya Pencegahan

Menguatkan garis pertahanan fleksibel klien

Pengaruh pendidikan klien terhadap stressor.

Penghindaran stressor

Menguatkan faktor perlawanan ( resistance) individu.

 Intervensi sebagai perlakuan

Variasi dalam kesehatan-gejala yang jelas-diagnosa keperawatan.

Prioritas kebutuhan dan tujuan

Kekuatan dan kelemahan klien berhubungan lima variabel.

Pengaturan shift terhadap prioritas kebutuhan klien sebagai respon terhadap (pencegahan primer yang mungkin terjadi dengan perlakuan ataupun pencegahan sekunder).

Intervensi dalam proses maladaptive.

Penggunaan sumber internal dan eksternal secara optimal, seperti pengumpulan energi, pengurangan kebisingan, dan bantuan finansial. Intervensi sebagai upaya rekonstitusi yang dilanjutkan dengan tindakan.

Motivasi pendidikan dan pendidikan ulang

Modifikasi tingkah laku

Orientasi kenyataan

Penyusunan tujuan progresif

Penggunaan sumber internal dan ekternal

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Secara garis besar teori sistem model Neuman mengemukakan bahwa dalam memberikan tindakan keperawatan terhadap klien atau pasien yang mengalami stress (gangguan mental) perawatan harus melaksanakan pendekatan- pendekatan perorangan secara total dengan memperhatikan

faktor-faktor :

1. Tekanan

2. Struktur pokok sumber energi

3. Garis normal pertahanan

4. Gangguan ketahanan

5. Tingkat reaksi

6. Intervensi

7.Tingkat-tingkat pencegahan

8. Penyusunan kembali

Model konsep berpengaruh terhadap pengembangan keperawatan sebagai profesi. Pendekatan total Neuman pada perawatan kesehatan merupakan salah satu model konsep tersebut. Model tersebut dapat digunakan dalam menerangkan manusia, kelompok, maupun masyarakat. Penekanan manusia secara total menyebabkan model keperawatan dapat ditetapkan sebagai model kesehatan. Neuman menyebutkan perawat sebagai profesi yang unik tetapi ia tidak menjelaskan secara jelas, model ini bersifat interdisiplin ( dari berbagai disiplin ilmu ) sehingga dapat diterapkan secara luas dalam keperawatan. Kekuatan terbesar model ini pada arahan yang tepat pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Selain itu, model ini juga mempunyai kekuatan yaitu keluwesannya sebagai model sistem yang merespon rangsang ( stimulus ) sehingga dapat diterapkan dalam berbagai kondisi dan untuk masa sekarang. Model memiliki potensial yang besar dalam meletakkan pondasi dalam pembentukan teori, pengujian hubungan antar teori keperawatan , riset keperawatan dan praktek keperawatan.

B. Saran

Mengingat permasalahan kesehatan mental (stress) perlu kita ketahui beberapa konsep yang membahas permasalahan kesehatan mental. Sebagai perawat ada baiknya kita harus tahu tindakan apa yang harus kita berikan jika menghadapi kondisi pasien atau klien yang memberikan respon atau tindakan yang diakibatkan adanya tekanan terhadap pasien dan akibat yang mungkin bisa terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

George B. Julia , Nursing Theories- The base for professional Nursing Practice , 3rd ed.

Perry & Potter. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Vol.1,2. Ed.4.EGC : Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s